Tidak Netral, Kades Manggis Terancam Dipidanakan

Muhajirin  selaku Kepala Desa Manggis kecamatan Mojosongo, Boyolali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Kabupaten Boyolali, karena melakukan penggiringan suara atau kampanye  pada sebuah  acara hajatan yang digelar di desanya.  Kasus tersebut terjadi pada tanggal 4 April lalu. Sebagai tokoh yang harusnya menyambut para tamu dan hadirin yang memenuhi acara hajatan mantenan itu, dia malah menggunakan  momentum tersebut sebagai ajang untuk kampanye. Kampanye yang dilakukan Muhajirin dilakukan untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden no urut 01 Jokowi Makruf Amien dan menggiring tamu undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk mencoblos PDIP. Salah satu motivasi kades melakukan hal itu adalah karena isterinya Tatik Anggraeni juga nyaleg dari PDIP untuk anggota DPRD II Boyolali dari dapil 1.

Atas perbuatannya tersebut beberapa warga yang merasa tidak nyaman dengan kelakuan pak Kades melaporkan hal tersebut ke Bawaslu, mereka yang melapor adalah tim Anti Kecurangan Pemilu dari KOPASSANDI Yusuf dan H masing-masing adalah warga Manggis yang didukung oleh dua orang saksi yaknio Ty dan Tf. “Ty  pada saat acara dia sebagai among tamu, dan Tf sebagai penjaga sound sistem, jadi mereka tahu persis apa yang dikatakan an dilakukan pak Kades dalam forum mantenan tersebut,” kata Yusuf. Usai melakukan pelaporan ke Bawaslu mereka menyerahkan perlindungan hukumnya kepada kuasa hukum tim advokasi KOPASSANDI Jamal SH and Partner.

Ditemui terpisah oleh wartaindo, ketua Tim Advokasi KOPASSANDI, Jamal SH menyatakan bahwa Bawaslu harus segera melakukan tindakan tegas kepada Kades Manggis, karena bukti otentik berupa rekaman gambar suara dan diperkuat para saksi, sudah sangat kuat,” kata Jamal. Oleh karena itu tidak ada alasan lagi untuk memberi pernyataan bahwa kasus tersebut merupakan pelanggaran pidana yang serius. Tim Advokasi KOPASSANDI akan mengawal kasus ini secara serius . Oleh karenanya pihaknya juga mendorong Bawaslu untuk bertindak cepat. Selain itu Tim Advokasi juga memperingatkan agar para perangkat desa , mulai lurah sampai dengan carik bayan dan seluruh pamong desa harap bertindak netral. “Kami menyebar lebihd ari 200 relawan dan tim investigasi diseluruh wilayah di Surakarta  ini, bagi lurah , camat atau pejabat lainnya yang coba-coba untuk tidak netral dan berkampanye untuk paslon presiden tertentu atau partai tertentu akan ketahuan dan siap-siaplah menghadapi gugatan hukum dari kami,” tegas jamal. ( ole)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *