Rektor UVBN Lepas Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Periode I

SUKOHARJO – Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo melepas mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan periode I tahun 2018, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan setelah menempuh pendidikan selama 6 bulan.

Acara pelepasan yang dipimpin Rektor UVBN Sukoharjo, Ali Mursyid ini berlangsung di Hotel Tosan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (23/3/2019) malam. Selain itu juga hadir sejumlah pimpinan tinggi civitas akademi kampus dan keluarga mahasiswa.

“Semula ada 29 mahasiswa terdiri guru Sekolah Dasar (SD) yang mengikuti PPG selama 1 semester, namun yang berhasil lulus dan berhak mendapat sertifikat sebagai guru profesional hanya 23 mahasiswa,” terang Toni Harsan, Dekan FKIP UVBN Sukoharjo.

Kepada 6 mahasiswa yang belum berhasil lulus mendapat sertifikat, Toni menjelaskan, diberi kesempatan untuk mengulang dalam waktu maksimal 2 tahun, dimulai sejak dinyatakan tidak lulus.  

“Jadi, berdasarkan undang – undang sistem pendidikan nasional, juga undang – undang tentang guru dan dosen dinyatkan, lulusan S1 FKIP itu belum dapat dinyatakan sebagai guru profesional sebelum menempuh PPG,” jelas Toni

Program PPG ini menurut Toni, levelnya diatas S1 dibawah S2, maka hanya bagi mereka yang telah lulus PPG gelar guru profesional itu bisa disandang.

“Sebenarnya PPG sendiri ada 2 macam. Ada PPG dalam jabatan dan PPG pra jabatan. Nah, yang kami kelola saat ini adalah PPG dalam jabatan, artinya mereka sudah menjadi guru tapi belum mendapat status guru profesional,” katanya

Dalam 1 semester pendidikan, materi yang disampaikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu tentang proses pembelajaran daring, pertemuan lokakarya tatap muka dan terakhir adalah PPL.

“Untuk bisa menjadi mahasiswa program PPG, terlebih dulu harus mengikuti seleksi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti),” ungkap Toni.

Adapun status UVBN Sukoharjo disebutkan Toni sebatas mengelola berdasarkan alokasi jumlah mahasiswa yang diberikan dari kementrian terkait. “Semua biaya mahasiswa selama mengikuti PPG ini, sepenuhnya ditanggung dari Kementrian. Jadi para mahasiswa yang datang dari berbagai daerah ini ditempatkan oleh Kemenristek Dikti di sini. Bukan kami yang menyeleksi,” pungkasnya. (Djoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *