Tantangan Dunia Advokasi Makin Kompleks

Bertempat di hotel Grasia, Semarang pad aselasa pekan lalu telah di lantik 81 pengacara baru.  Pelantikan tersebut  akan menambah ggeget dan Semarak dinamika dunia advokasi terutama di wilayahJawa tengah . Meskipun  dari  waktu ke waktu jumlah pengacara akan selalu bertambah, namun bidang tersebut akan makin menarik minat banyak orang untuk menekuni  b idang keadvokasian/paralegal. “Disebabkan oleh makin banyaknya persoalan hukum yang muncul dan kompleksnya permasalahan hidup masyarakat, maka dunia akvokasi semakin mengthadapi tantangan yang makin beragam.Dalam dunia advokat akan berlaku hukum kualitas. Siapa yang berkualitas, maka akan eksis beracara. Kualitas itu meliputi skill atau kemampuan serta kepercayaan. Karenanya, para advokat diminta terus mengasah kemampuannya.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Semarang Nommy HT Siahaan saat memberikan sambutan dalam sidang terbuka pengambilan sumpah atau janji advokat

“Siapa yang berkualitas akan eksis, karena akan berlaku hukum kualitas dalam dunia advokat. Hukum itu dinamis, maka kemampuan advokat harus senantiasa diasah agar terus berkembang di bidang hukum,” kata Nommy dihadapan 81 pengacara dari DPD Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jateng dan Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) yang menjalani sumpah dan janji advokat. Selain itu, kepercayaan juga jadi modal utama bagi seorang pemberi jasa, termasuk bidang hukum. 

Menurut dia, jika advokat memberikan pelayanan baik kepada kliennya, maka ia akan dipercaya. Di mana pun dia berada, tentu akan dicari. Namun, apabila kepercayaan itu kecil atau pernah dipercaya klien tapi disia-siakan, maka advokat tidak akan bertahan lama. Terlebih lagi, jumlah advokat yang dilantik atau diambil sumpahnya dalam tiga tahun terakhir ada 3.000 orang. Ini jadi tantangan bagi advokat, di mana figur semakin bertambah tapi pangsa kerja agak stagnan atau relatif kecil. 

Sementara itu, Ketua DPD Ikadin Jateng Rangkey Margana mengatakan, calon advokat ini telah dilantik dan disumpah. Statusnya kini resmi telah jadi advokat. “Setelah ini, para advokat dipersilakan melakukan pendampingan dan membelalah dengan kebenaran. Jangan sekali-kali merugikan klien,” jelasnya didampingi sekretarisnya, Sutan M Rofian. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Ferari, Dr Teguh Samudera dan Ketua Bidang Pengangkatan Advokat dan Penyumpahan DPP Ikadin, Rusdin Ismail.

Sedangkan, Ketua umum Ferari, Teguh Samudera, menyatakan advokat adalah profesi yang mulia sehingga harus benar-benar dijaga. Kedepan, siapa yang berkualitas, dialah yang bakal menjadi rebutan pasar atau masyarakat yang membutuhkan.(Wi/SM)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *